Efek samping vaksin kucing, mulai dari yang ringan sampai yang parah

Vaksin kucing – Sebenarnya Apa Itu Vaksin? Vaksin merupakan sediaan yang mirip dengan agen infeksi berupa bakteri atau virus yang dilemahkan agar tidak bersifat patogen atau pembawa penyakit.

Keuntungan dari vaksin kucing adalah melatih sistem kekebalan untuk mengenali agen infeksius, memproduksi antibodi, dan mengaktifkan sel-sel tubuh untuk membunuh agen tersebut.

Selanjutnya, jika di kemudian hari kucing yang divaksinasi terpapar faktor penyakit tersebut, maka dengan cepat dapat membangkitkan kekebalan. Meskipun ini tidak selalu efektif 100%.

Vaksinasi pada kucing biasanya menimbulkan reaksi ringan, seperti bengkak di sekitar area vaksinasi, demam, lesu, dan nafsu makan menurun.

Reaksi ringan ini biasanya hilang dalam beberapa jam atau hari.

Akan tetapi, memvaksinasi kucing juga memiliki beberapa efek samping, mulai dari yang ringan hingga yang parah, sebagai berikut.

Efek Samping Vaksin Kucing Ringan: Reaksi yang biasanya muncul adalah gatal, kemerahan, bengkak di sekitar mata, bibir dan leher serta demam ringan.
Efek Samping Serius dari Vaksin Kucing: Reaksi ini dapat menyebabkan gejala seperti kesulitan bernapas, lemas, muntah, diare, gusi pucat, dan prolaps.
Sebaiknya kucing Anda mengalami gejala ringan hingga berat setelah vaksinasi, segera bawa dia ke dokter hewan terdekat untuk perawatan segera.

Bagaimana Anda merawat kucing sebelum dan sesudah vaksinasi?
Efek serbuk sari kucing

Sayangnya, beberapa efek samping vaksin kucing di atas juga bisa dipengaruhi oleh cara Anda merawat kucing, sebelum dan sesudah vaksinasi, lho.

Pada dasarnya, vaksinasi seperti memasukkan benda asing ke dalam tubuh kucing untuk “memicu” respons sistem kekebalan.

Jadi sebelum vaksinasi, ada baiknya pastikan kucing Anda sehat ya!

Dimulai dengan memelihara kucing dengan suhu tubuh normal (38-39,5 ° C), nafsu makan yang baik dan tidak diare, batuk, bersin atau infeksi parasit seperti kutu.

Kucing yang rentan, yang baru saja melakukan perjalanan jauh, atau bahkan kucing yang hamil, sebaiknya tidak divaksinasi untuk menghindari risiko.

Sedangkan untuk pasca vaksinasi, ada beberapa tips agar kucing cepat sembuh dari semula, seperti:

Menyediakan makanan dan minuman yang cukup;
Berada di dalam ruangan untuk menghindari paparan penyakit lingkungan;
Hindari memandikan kucing selama seminggu setelah vaksinasi. Dan
Jangan bepergian jauh untuk kucing.
Jenis vaksin kucing dasar dan pelengkap
Pengaruh vaksin

Ada dua jenis vaksin kucing yang perlu kalian ketahui, yaitu vaksin dasar dan tambahan.

Vaksinasi primer atau wajib ini adalah vaksin yang direkomendasikan untuk semua jenis kucing dalam semua situasi. Ada empat vaksin dasar untuk kucing, yaitu:

  1. Vaksinasi terhadap rabies
    Pertama, ada vaksin rabies yang penting karena tidak hanya menyerang kucing tapi juga berakibat fatal jika menginfeksi manusia.

Rabies adalah penyakit zoonosis atau dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan merupakan vaksin wajib di sebagian besar dunia.

Meski kucing bukan vektor alami untuk virus ini, kucing rabies bisa menularkannya ke manusia lewat gigitan dan cakarannya, lho.

Vaksin Panleukopenia (FPV)
Lalu ada vaksin kucing untuk mengobati feline leukopenia atau feline parvovirus, yang sangat berbahaya dan memiliki angka kematian yang tinggi pada kucing.

Virus ini menyerang sistem kekebalan kucing dengan cara membunuh sel darah putihnya. Selain itu, gejala infeksi virus ini antara lain lemas, nafsu makan berkurang, muntah, dan diare.

  1. Vaksin Virus Herpes (FHV-1)
    Lalu ada virus herpes kucing, juga dikenal sebagai virus rinolaringitis kucing, yang menginfeksi saluran pernapasan bagian atas pada kucing.

Gejala infeksi virus ini bisa berupa bersin, hidung tersumbat, dan konjungtivitis. Dalam beberapa kasus, hal itu juga dapat menyebabkan pneumonia.

4 vaksin calicivirus (FCV)
Calicivirus masih menunjukkan gejala yang sama seperti sebelumnya, dan menyerang saluran pernapasan bagian atas dengan gejala seperti bersin, hidung tersumbat, dan sariawan.

Penyakit yang juga dikenal sebagai flu kucing ini dapat menyebabkan gigi dan gusi bengkak, rambut rontok, dan bahkan kematian yang lebih parah pada kucing.

Selain keempat vaksinasi dasar tersebut, ada tambahan vaksinasi kucing yang diberikan jika hewan peliharaan Anda memiliki faktor pendukung, seperti usia, lokasi dan interaksi dengan kucing lain.

Vaksinasi tambahan pada kucing termasuk virus leukemia kucing (FeLV), Chlamydophila felis, dan bordetella bronchiseptica, yang tentunya harus diperiksa oleh dokter hewan terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *